Perbandingan Sistem Penatalaksanaan Hipertensi di Puskesmas Jagakarsa dan Puskesmas Pasar Minggu Jakarta Selatan Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.31004/sciencejurnalkesehatanmasyarakatdanteknologiterapan.v3i2.179Keywords:
Sistem, Penatalaksanaan hipertensi, PuskesmasAbstract
Riset Kesehatan Dasar mencatat bahwa prevalensi hipertensi tahun 2018 sebanyak 34,1% pada populasi dewasa. Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mencatat penemuan kasus hipertensi sejumlah 923.451 orang pada tahun 2021. Tatalaksana hipertensi meliputi non farmakologis dan farmakologis. Penderita hipertensi mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar Permenkes RI nomor 4 Tahun 2019 meliputi pengukuran tekanan darah yang dilakukan minimal satu kali sebulan di fasilitas pelayanan kesehatan, edukasi perubahan gaya hidup, upaya farmakologi dan melakukan rujukan jika diperlukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sistem penatalaksanaan hipertensi. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Pasar Minggu dan Puskesmas Jagakarsa pada bulan November-sekarang. Jenis Penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif, dengan Informan berjumlah 6 orang yaitu informan utama koordinator bidang PTM dan dokter, informan kunci yaitu kepala Puskesmas Jagakarsa, informan pendukung pasien hipertensi, pengumpulan data yang dilakukan menggunakan 2 cara yaitu teknik wawancara mendalam dan observasi. Pengolahan dan analisis data kualitatif dengan menggunakan reduksi data dan penyajian data serta validasi data. Hasil penelitian ini diketahui perbandingan penatalaksanaan hipertensi Puskesmas Pasar Minggu dengan Puskesmas Jagakarsa umumnya sudah memenuhi standar pedoman penatalaksanaan hipertensi. Namun Puskesmas Pasar Minggu dengan Puskesmas Jagakarsa perlu melakukan perbaikan dan peningkatan terhadap diagnosis hipertensi dan upaya farmakologis serta kepatuhan minum obat hipertensi terhadap pasien. Adapun Puskesmas Pasar Minggu perlu melakukan perbaikan pengadaan obat-obatan. Saran yang perlu dilakukan bagi Puskesmas Pasar Minggu sebaiknya obat-obatan untuk hipertensi ditingkatkan kembali sesuai dengan pedoman penatalaksanaan hipertensi dan sebaiknya pedoman tatalaksana hipertensi dalam pengobatan hipertensi dimulai dengan obat tunggal yang mempunyai masa kerja panjang sehingga dapat diberikan sekali sehari dan dosisnya dititrasi serta Puskesmas Pasar Minggu dan Puskesmas Jagakarsa melakukan perbaikan dan peningkatan terhadap diagnosis hipertensi dan upaya farmakologis serta kepatuhan minum obat hipertensi terhadap pasien.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Anjani Nada Pertiwi, Emma Rachmawati, Yuyun Umniyatun

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









