Penerapan Terapi Relaksasi Benson Mengontrol Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Ny “B” Penderita Diabetes Melitus
DOI:
https://doi.org/10.31004/science.v1i3.86Keywords:
Terapi Relaksasi , Ketidakstabilan kadar glukosa darah , LansiaAbstract
Semakin bertambahnya usia semakin berkurangnya fungsi-fungsi biologis, psikologis dan sosial pada lansia. Meningkatnya risiko diabetes mellitus seiring dengan bertambahnya usia dikaitkan dengan terjadinya penurunan fungsi tubuh. Salah satu pemicu meningkatnya kadar gula dalam darah terutama pada lansia ialah faktor stress. Manajemen stress penting bagi kesehatan apalagi jika menderita penyakit diabetes. karena tubuh dalam keadaan stres akan menghasilkan hormone stress atau kortisol yang mengakibatkan peningkatan detak jantung dan kecepatan pernafasan. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan terapi relaksasi benson terhadap control ketidakstabilan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus. Metode: laporan kasus ini menggunakan desain dekstriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek laporan kasus adalah seorang lansia dengan kasus diabetes mellitus. Hasil: Analisa data menunjukkan diagnosis keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah. Pemberian terapi relaksasi benson adalah salah satu inervensi yang bisa diterapkan untuk mengontrol kadar glukosa darah pada lansia. Kesimpulan: Berdasarkan hasil evaluasi yang disapat dari asuhan keperawatan bahwasanya terapi relaksasi benson efektif mengontrol kadar gula dalam darah pada lansia.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Desy Ayu Indriani, Vivin Nur Hafifah, S. Tauriana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









