Peran Kimia Medisinal Dalam Pengembangan Obat Anti Kanker
DOI:
https://doi.org/10.31004/science.v1i6.245Keywords:
Kimia Medisinal , Pengembangan Obat , Anti KankerAbstract
Dengan penekanan pada pembuatan, sintesis, dan penyempurnaan zat bioaktif yang dapat
secara selektif menargetkan sel kanker, kimia medis sangat penting untuk pengembangan obat
anti-kanker. Disiplin ini memungkinkan untuk mengidentifikasi senyawa dengan aktivitas
antikanker yang kuat dan efek samping minimal dengan menggunakan pendekatan dan
mekanisme kerja berbasis struktur. Untuk meningkatkan kemanjuran dan selektivitas obatobatan,
berbagai metode kontemporer digunakan, termasuk desain berbantuan komputer,
penelitian farmakokinetik, dan perubahan struktural kimia. Selain itu, kemajuan dalam kimia
medis telah menciptakan peluang untuk menciptakan perawatan kanker yang lebih akurat.
Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan memnsitetis senyawa baru dengan aktivitas
yang lebih baik dibandingkan dengan obat yang sudah ada, menguji aktivitas sitotoksik
senyawa secara in vitro pada sel kanker dan menganalisi hubungan struktur-aktivitas untuk
menemukan senyawa. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode memodifikasi
struktur senyawa, uji aktivitas biologis (in vitro & in vivo) dan analisis qsar. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa senyawa 1-(4-tert-butilbenzoiloksi) urea memiliki aktivitas sitotoksik yang
lebih tinggi dibandingkan 1-(benzoiloksi)urea dan hidroksiurea. Nila dari senyawa ini adalah
59,15 μg/mL, lebih rendah dibandingkan senyawa pembanding lainnya (hidroksiurea: 430,21
μg/mL), yang berarti senyawa ini lebih efektif dalam membunuh sel kanker, beberapa turunan
N-benzoyl-N'-(4-fluorophenyl) thiourea menunjukkan kemungkinan efek mutagenik, sehingga
aspek toksisitas perlu diperhatikan.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Saeful Amin, Fauziah Meithasari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









