Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Sick Building Syndrome (Sbs) pada Karyawan di Kantor Pusat PT Jasamarga Transjawa Tol Kota Bekasi Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.31004/sciencejurnalkesehatanmasyarakatdanteknologiterapan.v3i2.176Keywords:
Sick Building Syndrome (SBS) , Pekerja, PerkantoranAbstract
Sick Building Syndrome merupakan serangkaian gejala yang dapat dialami seseorang saat beraktivitas di dalam gedung dan dapat perlahan menghilang saat mereka keluar gedung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan Sick Building Syndrome (SBS) pada karyawan PT Jasamarga Transjawa Tol. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pendekatan cross sectional dengan pengambilan sampel teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan 52.5% pekerja mengalami keluhan Sick Building Syndrome (SBS), dengan keluhan paling banyak dirasakan adalah sakit kepala dan lelah (52.5%). Hasil uji statistik diketahui variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan keluhan Sick Building Syndrome (SBS) adalah usia (p-value 0.014), masa kerja (p-value 0.048) dan kondisi psikososial (p-value 0.026). Sedangkan yang tidak berhubungan yaitu variabel jenis kelamin (p-value 1.000), perilaku merokok (p-value 0.242), pencahayaan (p-value 1.000), suhu (p-value 1.000) dan kelembaban (p-value 0.153). Berdasarkan hasil kajian, disarankan supaya instansi melakukan pemeriksaan dan pengawasan secara berkala terhadap lingkungan kerja, guna menciptakan kenyamanan dalam bekerja agar tidak memengaruhi tingkat produktivitas.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Faras Adella Putri Irawan, Cornelis Novianus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









